Lompat ke isi utama

Berita

“Peringati Hari Kartini, Bawaslu Kabupaten Tangerang Bahas Isu Pemilih Usia Dini Bersama DP3A”

Audinsi

Bawaslu Kabupaten Tangerang melakukan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang pada Selasa (21/4/2026). 

Kabupaten Tangerang, Bawaslu Kabupaten Tangerang - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Bawaslu Kabupaten Tangerang melakukan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang pada Selasa (21/4/2026). Pertemuan yang berlangsung di kantor DP3A ini membahas isu strategis terkait urgensi keterlibatan dan perlindungan terhadap pemilih usia dini dalam proses demokrasi.

Audiensi tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam memberikan edukasi politik yang tepat kepada generasi muda, khususnya yang belum memenuhi syarat sebagai pemilih. Bawaslu menilai bahwa pemilih usia dini memiliki potensi besar sebagai pemilih pemula di masa mendatang, sehingga perlu diberikan pemahaman yang benar terkait demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya menjaga integritas proses pemilu.

Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tangerang menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, serta lembaga pemerintah dalam mencegah praktik pelibatan anak di bawah umur dalam aktivitas politik praktis. Selain itu, penguatan literasi demokrasi sejak dini juga dinilai sebagai langkah preventif dalam menciptakan pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas.

Sementara itu, pihak DP3A Kabupaten Tangerang menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dalam program edukasi dan perlindungan anak dari potensi eksploitasi politik. DP3A juga menegaskan bahwa keterlibatan anak dalam kegiatan politik harus tetap memperhatikan prinsip perlindungan anak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Momentum Hari Kartini menjadi pengingat penting akan peran perempuan dalam mendorong kemajuan bangsa, termasuk dalam memastikan generasi muda tumbuh dengan kesadaran demokrasi yang sehat. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta ekosistem demokrasi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Kabupaten Tangerang.